Masihkah Kita Perlu Website untuk Resep Roti?

Kalau resep roti sudah bisa dibagikan di Facebook, masih perlukah kita punya website sendiri?

Dulu saya sempat berpikir, buat apa punya website lagi? Orang sudah banyak memakai Facebook. Bercerita, mengunggah foto, membagikan video, sampai memperkenalkan produk pun bisa dilakukan di sana.

Namun, setelah kembali menggunakan website untuk menyimpan resep dan menata informasi, pikiran saya berubah. Ternyata, website masih sangat membantu. 😊

Dulu Punya Website, Lalu Lebih Akrab dengan Media Sosial

Waktu saya masih muda dulu, saya menggunakan beberapa website untuk kegiatan bisnis online.

Seiring waktu, media sosial semakin akrab dalam kehidupan kita. Saya pun mulai lebih sering menggunakan Facebook untuk bercerita, termasuk tentang kegiatan membuat roti.

Lama-kelamaan saya mulai berpikir, jangan-jangan website sudah ketinggalan zaman.

“Orang sekarang pakai Facebook. Buat apa pakai website lagi?”

Begitulah pikiran saya waktu itu. Sampai akhirnya saya merasakan kebutuhan yang membuat saya kembali menengok website.

Berawal dari Kebutuhan Menyimpan Resep Roti

Ketika membuat dan membagikan konten roti, saya merasa perlu punya tempat untuk menyimpan resep dengan lebih rapi.

Resep yang dibagikan di media sosial bisa tertutup oleh postingan-postingan baru. Ketika ada yang bertanya, saya perlu mencari lagi tulisan yang pernah saya bagikan.

Saya mulai membayangkan, alangkah enaknya kalau resep-resep tersebut punya tempat yang mudah dicari, bisa dikelompokkan, dan mudah saya tunjukkan kepada orang yang membutuhkan.

Itulah yang mengawali lahirnya website MufliAbe.com ini.

Bagi saya, website ini menjadi tempat menyimpan dan menata resep, sekaligus membagikan pengalaman seputar pembuatan roti.

Ketika ada yang bertanya tentang suatu resep, saya bisa memberikan tautan menuju halaman yang sesuai. Mereka bisa membacanya kembali saat hendak mencoba.

Resep Bisa Dilengkapi Sedikit demi Sedikit

Dalam membuat roti, kadang ada catatan tambahan yang baru terasa penting setelah beberapa kali mencoba.

Misalnya tentang kondisi adonan, cara membentuk, proses mengembangkan adonan, atau suhu pemanggangan.

Dengan website, saya bisa melengkapi tulisan di halaman yang sama. Tidak harus membuat postingan baru setiap kali ingin menambahkan penjelasan.

Tautannya tetap sama, tetapi isinya bisa saya perbaiki agar lebih membantu pembaca.

Tentu saja, data websitenya juga perlu dicadangkan supaya resep dan tulisan yang sudah dikumpulkan tetap terjaga.

Dari Resep, Berkembang Menjadi Katalog Roti

Tidak lama setelah itu, saya membuat toko online sederhana di Qsuka.com untuk memuat roti-roti yang saya buat.

Saya merasa terbantu karena informasi produk bisa dikumpulkan dalam satu tempat. Orang yang ingin mengenal roti Qsuka bisa melihat-lihat terlebih dahulu, lalu menghubungi kami jika ingin bertanya atau memesan.

MufliAbe.com menjadi tempat saya berbagi resep dan pengalaman. Sementara itu, Qsuka.com membantu saya memperkenalkan produk roti yang kami sediakan.

Keduanya punya kegunaan masing-masing dalam kegiatan saya sehari-hari.

Ternyata Berguna Juga untuk Informasi Bisnis

Singkat cerita, ketika saya mulai menjalankan bisnis BIMA, saya kembali merasa perlu membuat website.

Ada informasi yang ingin saya sediakan secara lebih tertata agar orang bisa mempelajarinya bertahap. Dari situlah lahir FaktorKali.com, BisnisJos.com, dan beberapa website lainnya yang tidak saya sebutkan satu per satu di sini.

Website membantu saya menyiapkan tulisan pengantar, penjelasan, serta rujukan untuk mempelajari DSS sebagai sistem pendukung bisnis BIMA.

Oya, Tau ngga guys, sebenarnya saya menjalankan bisnis BIMA juga karena ada DSS (Digital Support Sistem) yang dibuat oleh teman saya Pak Bayu. Dan DSS itu adalah WEBSITE juga 🙂

Nah tentang bisnis Bima Life Future yang JOS ini saya presentasikan ringan di beberapa website saya, diantaranya di BisnisJos.com

→ Bisnis JOS, DSS dan Bima

Saya menikmati kemudahan ini. Ketika ada pertanyaan, saya bisa mengarahkan orang ke tulisan yang relevan, lalu melanjutkan percakapan sesuai hal yang ingin mereka ketahui.

Website dan Media Sosial Saling Membantu

Sekarang saya tidak lagi sepenuhnya bergantung pada media sosial sebagai tempat membuat konten. Saya juga menulis dan mengumpulkan informasi di website sendiri.

Namun, media sosial tetap penting bagi saya.

Di Facebook, saya bisa membagikan kegiatan sehari-hari, memperlihatkan proses membuat roti, dan berinteraksi dengan orang-orang yang mengikuti cerita saya.

Dari sana, mereka bisa masuk ke website untuk membaca resep atau penjelasan yang lebih lengkap.

Sebaliknya, pengunjung website juga bisa menelusuri tautan menuju Facebook saya untuk melihat kegiatan dan cerita terbaru.

Jadi, bolak-balik begitu. Website dan media sosial saling membantu. 😊

Pengunjung Tidak Hanya Datang dari Facebook

Belakangan saya juga mendapati bahwa pengunjung website saya tidak hanya datang dari Facebook.

Ada pula yang datang melalui mesin pencari seperti Google.

Artinya, tulisan yang saya sediakan bisa menjadi jalan perkenalan dengan orang yang sebelumnya belum mengikuti saya di media sosial.

Tentu, membuat website tidak berarti pengunjung langsung ramai. Saya tetap perlu menulis, memperbaiki informasi, dan memperkenalkan tulisan tersebut.

Namun, bagi saya, menyenangkan sekali mengetahui bahwa resep dan pengalaman yang saya tulis bisa ditemukan melalui jalan yang berbeda.

Perlukah Teman-Teman Punya Website Juga?

Saya bukan ahli digital marketing. Saya hanya menceritakan pengalaman menggunakan website untuk membantu kegiatan saya sendiri.

Dari pengalaman itu, saya merasakan bahwa website membantu saya menata resep, memperkenalkan produk, dan menyediakan informasi bisnis secara lebih sistematis.

Jadi, kalau teman-teman juga sering membagikan resep atau memiliki usaha, boleh dong saya menyarankan untuk mencoba punya website sendiri?

Mulai sederhana saja.

Tidak harus langsung memuat puluhan resep atau semua produk. Bisa dimulai dari beberapa resep yang paling sering ditanyakan, informasi usaha, dan cara menghubungi Anda.

Setelah itu, isinya bisa ditambah sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan.

Bagi saya, jawaban atas pertanyaan di judul tadi sekarang cukup jelas: ya, website masih perlu dan bermanfaat untuk menyimpan serta membagikan resep roti saya.

Dulu saya sempat merasa website sudah ketinggalan zaman. Sekarang saya justru menikmati kemudahan yang diberikannya.

Enak loh, enak tenan, hehe. 😊

Salam hangat,
Pak Mufli Abe
Facebook: Mufli Abe

Bagikan jika bermanfaat😊